MAKASSAR, MEDIABARU.CO.ID — Rapat akhir tiga jasa konsultan dalam rangka penyusunan dokumen penataan ruang Kota Makassar digelar pada Jumat, 28 November 2025, di Ruang Rapat Dinas Penataan Ruang Kota Makassar. Kegiatan yang dipimpin oleh Kabid Pemanfaatan Ruang, Irmayanti S.Hut, MM ini menghadirkan perwakilan dari Bidang Tata Bangunan, Bidang Perencanaan Ruang, Bidang Pemanfaatan Ruang dan Bangunan, PTSP Kota Makassar, Bappeda Kota Makassar, serta masing-masing konsultan pelaksana.
Dalam pemaparannya, perwakilan CV. Karaeng Panritaya menjelaskan hasil penyusunan Spatial Issue Improvement Action Plan (SIAP), yang menjadi langkah komprehensif dalam merumuskan rencana tindakan penyelesaian persoalan tata ruang di kawasan perkotaan Makassar. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman implementatif bagi pemerintah maupun masyarakat guna mewujudkan penataan ruang yang tertib.
Sementara itu, CV. Delieasi Rupabumi Consultant memaparkan hasil Updating Database dan penyusunan Instrumen Penilaian KKPR untuk kegiatan berusaha di Kota Makassar. Mereka menyoroti ketidakmerataan penerbitan PKKPR di wilayah kota dan merekomendasikan percepatan penyelesaian dokumen RDTR sebagai dasar penting untuk memperlancar proses penerbitan izin pemanfaatan ruang ke depan.
CV. Mutiara Duta Plan dalam penjelasannya memaparkan progres penyusunan dokumen Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan sektoral pemerintah pusat dengan kebijakan tata ruang daerah, sehingga menghasilkan dokumen SPPR yang menjadi panduan jangka menengah lima tahunan bagi pemanfaatan ruang di Kota Makassar.
Pada sesi diskusi, peserta rapat dari berbagai bidang memberikan catatan terkait kelengkapan data, akurasi pemetaan, serta kesesuaian materi dengan arah pembangunan Kota Makassar. Masukan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap dokumen memiliki kualitas yang dapat mendukung penyelenggaraan penataan ruang secara optimal.
Menanggapi seluruh pemaparan, Kabid Pemanfaatan Ruang Irmayanti menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan seminar akhir bagi ketiga jasa konsultan. Ia menekankan bahwa penyempurnaan dokumen berdasarkan saran dan masukan peserta sangat penting, terutama karena masa pelaksanaan kegiatan yang hampir berakhir. “Data dan dokumen perlu segera dilengkapi agar dapat digunakan dengan optimal sebagai dasar perencanaan dan pemanfaatan ruang,” ujarnya.
Dengan berakhirnya rapat ini, pemerintah berharap seluruh dokumen SIAP, KKPR, dan SPPR dapat segera difinalisasi sehingga mampu mendukung perwujudan tata ruang Kota Makassar yang lebih tertib, maju, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan ke depan. (*)












