MAKASSAR, MEDIABARU.CO.ID — 26 Januari 2026. Sulawesi Selatan mencatatkan kinerja fiskal yang sangat baik di tahun 2025 dengan penerimaan negara yang solid dan belanja negara yang hampir mencapai target. Realisasi belanja negara untuk provinsi ini tercatat sebesar Rp54,09 triliun atau 95,61% dari pagu, dengan alokasi terbesar digunakan untuk sektor infrastruktur dan kesejahteraan sosial.
Kinerja penerimaan negara hingga 31 Desember 2025 juga menunjukkan capaian yang menggembirakan, dengan penerimaan perpajakan mencapai Rp11,3 triliun atau 84,59% dari target yang ditetapkan. Ini didorong oleh peningkatan penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang masing-masing tercatat sebesar Rp4,9 triliun dan Rp5,3 triliun. Sementara itu, penerimaan Kepabeanan dan Cukai serta PNBP melampaui target dengan realisasi 122,33% dan 121,89%.
Belanja negara difokuskan pada beberapa sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Di sektor pendidikan, belanja sebesar Rp5,7 triliun digunakan untuk program-program seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Tunjangan Profesi Guru, yang berperan besar dalam mendukung kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.
Selain itu, program bantuan sosial seperti Makan Bergizi Gratis yang menjangkau lebih dari 1,4 juta penerima manfaat dan KUR yang disalurkan kepada lebih dari 280.000 debitur juga berhasil memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dalam sektor infrastruktur, beberapa proyek besar, termasuk pembangunan Jembatan Gantung Minasa Upa dan fasilitas Pelabuhan Kalatoa, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan sarana dan prasarana.
Bapak Djaka Kusmartata, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulsel, menyatakan bahwa capaian kinerja fiskal ini menunjukkan bahwa APBN 2025 telah bekerja dengan baik dan mampu memberi dampak nyata pada masyarakat Sulawesi Selatan. “Kami berharap pencapaian ini dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang untuk memastikan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan,” ujarnya. (*)












