MAKASSAR, MEDIABARU.CO.ID — Penyaluran kredit di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih didominasi oleh kredit produktif. Pada Januari 2026, kredit produktif mencapai Rp91,50 triliun atau sekitar 52,88% dari total kredit. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap kredit terbesar dengan Rp38,21 triliun.
“Kredit produktif masih mendominasi penyaluran kredit di Sulsel,” kata Moch. Muchlasin, Kepala OJK Sulselbar pada kegiatan Media Update, Senin (9/03/2026)
Sektor lain yang juga menerima penyaluran kredit cukup besar antara lain pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp15,80 triliun, serta industri pengolahan sekitar Rp8,32 triliun.
Kota Makassar masih menjadi daerah dengan penyaluran kredit terbesar dengan porsi sekitar 52,16% atau sekitar Rp47,51 triliun. Beberapa daerah lain dengan penyaluran kredit cukup besar antara lain Palopo, Parepare, dan Bulukumba.
Penyaluran kredit produktif di Sulsel juga mencakup sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tercatat sekitar Rp3,75 triliun. OJK Sulselbar akan terus memantau perkembangan sektor jasa keuangan di daerah.
Dengan demikian, penyaluran kredit produktif diharapkan dapat terus meningkat dan mendukung perekonomian daerah. Perbankan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.
Kualitas kredit di Sulsel tetap terjaga dengan baik dengan rasio NPL 3,76%. “Intermediasi perbankan relatif cukup tinggi, namun tetap didukung kualitas kredit yang terjaga,” kata Muchlasin. (D’si)













