Example 325x300
BeritaOlahraga

Dari Pendamping Latihan ke Panggung Dunia: Peran Gimnastik Bentuk Anak Sehat, Mandiri, dan Juara Internasional

×

Dari Pendamping Latihan ke Panggung Dunia: Peran Gimnastik Bentuk Anak Sehat, Mandiri, dan Juara Internasional

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, MEDIABARU.CO.ID – Di balik setiap medali yang digantungkan di leher atlet muda, tersembunyi cerita panjang tentang kebugaran, disiplin, dan kemandirian yang ditempa sejak usia dini. Kisah Devi bersama dua putrinya, Soraya dan Pilar, menjadi bukti nyata bagaimana gimnastik mampu mencetak generasi yang sehat fisik, kuat mental, sekaligus berprestasi hingga ke panggung internasional.

1. Kebugaran Fisik Jadi Pondasi Utama
Perjalanan Devi dimulai ketika putri bungsunya, Pilar, berusia 4 tahun. Atas rekomendasi pemain PSM Makassar asal Brasil, Devi mengenalkan gimnastik sebagai olahraga utama. Bagi Devi, keputusan itu bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi membangun pondasi kebugaran fisik anak. Postur tubuh, kelenturan, dan kekuatan otot Pilar dan Soraya terbentuk jauh lebih baik sejak rutin berlatih di Rozora Gymnastics, Nipah Mall Makassar.

Example 325x300

2. Kesehatan Anak Lebih Terjaga
Coach Leader Rozora Gymnastics, Ricady Aldy Zenea, menegaskan gimnastik adalah “induk olahraga” yang melatih motorik, fleksibilitas, dan kekuatan tubuh secara menyeluruh. Menurutnya, aktivitas fisik terstruktur sejak dini membantu anak terhindar dari gaya hidup pasif. “Di era gempuran AI dan gadget, gimnastik jadi benteng efektif agar anak tetap aktif, sehat, dan tidak kecanduan layar,” jelas Ricady.

3. Lahirnya Kemandirian Lewat Disiplin Latihan
Menariknya, bakat Soraya muncul dari kebiasaan sederhana: mendampingi adiknya latihan selama 3 bulan. Rutinitas itu menumbuhkan kemandirian dan rasa tanggung jawab. Soraya belajar datang tepat waktu, menyiapkan perlengkapan sendiri, hingga menyelesaikan setiap gerakan dari awal sampai akhir tanpa disuruh. Nilai kemandirian inilah yang menurut Devi lebih berharga daripada medali.

4. Mental Juara Ditempa Sejak Dini
Kemandirian itu berbuah hasil. Soraya kini naik ke Kelas Prestasi Level 3 dan berhasil menyabet medali emas. Pilar, sang adik di Level 1, juga mengantongi medali perak. Lebih dari sekadar podium, Soraya sudah menguji mental di kompetisi nasional Jakarta dan Jawa Barat 2025, hingga menembus panggung internasional Bangkok, Thailand, dan Singapura pada April 2026.

5. Juara Internasional Bukan Kebetulan
Prestasi Soraya di Bangkok serta Singapura membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing global. Bagi Devi, medali itu bonus. Yang utama adalah melihat anaknya berani tampil, tidak takut salah, dan mau bangkit setiap kali jatuh dari matras. “Juara internasional lahir dari latihan yang konsisten dan mental yang tidak mudah menyerah,” ujarnya.

6. Kesehatan Mental Ikut Terlatih
Gimnastik tidak hanya membentuk otot, tetapi juga karakter. Devi menyaksikan perubahan besar pada Soraya dan Pilar: lebih percaya diri, disiplin, dan punya daya juang tinggi. Setiap kali gagal mendarat sempurna, mereka belajar evaluasi diri lalu mencoba lagi. Proses ini melatih kesehatan mental anak agar tahan banting menghadapi tantangan, baik di arena maupun kehidupan.

7. Komitmen Orang Tua Jadi Kunci
Kesuksesan ini tidak lepas dari peran Devi sebagai orang tua. Dari menempuh jarak jauh ke GTC, hingga langsung mendaftar saat Rozora Gymnastics buka di Nipah Mall, komitmennya penuh. “Saya fokus pada tumbuh kembang anak. Kalau dasar fisik dan mentalnya kuat, prestasi akan mengikuti,” kata Devi. Pengorbanan itu kini terlihat nyata di atas podium.

8. Ruang Apresiasi Lewat Kompetisi Internal
Komitmen Rozora Gymnastics dalam mencetak atlet sehat dan mandiri terlihat dari gelaran Rozora Internal Competition pada Minggu, 31 Mei 2026. Ajang ini jadi evaluasi berkala sekaligus ruang apresiasi bagi atlet muda untuk menguji mental bertanding. Bagi orang tua seperti Devi, kompetisi internal adalah momen melihat langsung hasil latihan anak selama berbulan-bulan.

9. Inspirasi Generasi Sehat dan Berprestasi
Kisah Soraya dan Pilar menegaskan bahwa olahraga bukan hanya soal menang atau kalah. Lewat gimnastik, anak-anak belajar hidup sehat, mandiri, dan berani bermimpi besar hingga panggung dunia. Bagi Devi, harapan terbesarnya sederhana: agar anak-anak Indonesia lain juga punya kesempatan yang sama untuk tumbuh bugar, kuat, dan menjadi juara—di arena maupun di kehidupan. (ich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1654x355