JAKARTA, MEDIABARU.CO.ID – 8 Juli 2025. Di tengah tekanan eksternal akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi global, perkembangan Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon (PMDK) nasional menunjukkan dinamika yang beragam. Meskipun pasar saham domestik mengalami pelemahan, beberapa sektor seperti transportasi dan bahan baku mencatatkan penguatan, menunjukkan daya tahan sektor-sektor tertentu di tengah gejolak global.
Pasar saham domestik tercatat melemah 3,46 persen secara month-to-date (mtd) pada Juni 2025 dan turun 2,15 persen secara year-to-date (ytd), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.927,68. Nilai kapitalisasi pasar menurun menjadi Rp12.178 triliun. Di sisi lain, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp8,38 triliun mtd dan Rp53,57 triliun ytd, menandakan kehati-hatian pelaku pasar terhadap ketidakpastian global.
Meskipun IHSG melemah, likuiditas transaksi pasar saham tetap menunjukkan perbaikan. Rata-rata nilai transaksi harian secara ytd mencapai Rp13,29 triliun, meningkat dibandingkan rata-rata pada Mei 2025 sebesar Rp12,90 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor domestik masih relatif kuat meskipun tekanan dari eksternal cukup tinggi.
Pasar obligasi menunjukkan tren yang lebih positif dibanding pasar saham. Indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,18 persen mtd ke level 414,00. Rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) turun 8,26 basis poin mtd, mencerminkan permintaan obligasi yang meningkat. Namun, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp7,36 triliun mtd di pasar SBN, meski masih mencatat net buy sebesar Rp42,27 triliun secara ytd.
Sektor derivatif keuangan mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Juni 2025, terdapat 97 pelaku dan 19 penyelenggara yang telah mengantongi izin prinsip dari OJK. Total nilai transaksi derivatif pada Juni 2025 mencapai Rp135,30 triliun dengan rata-rata harian Rp6,44 triliun. Dari awal tahun hingga 30 Juni 2025, volume transaksi derivatif berbasis efek mencapai 591.381 lot dengan nilai kumulatif Rp1.309,09 triliun, menunjukkan pertumbuhan pasar derivatif yang makin aktif.
Bursa Karbon juga mencatat perkembangan positif. Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 Juni 2025, sebanyak 112 pengguna jasa telah mendapatkan izin. Total volume perdagangan mencapai 1.599.322 tCO2e dengan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp77,95 miliar. Peningkatan aktivitas ini mencerminkan kesadaran pelaku usaha terhadap keberlanjutan dan transisi energi bersih.
Dalam aspek penegakan aturan, OJK menunjukkan komitmen kuat dengan menjatuhkan berbagai sanksi administratif kepada pelaku usaha di PMDK. Sepanjang 2025, OJK telah mengenakan denda senilai Rp10,78 miliar kepada 14 pihak, mencabut izin dua perusahaan efek, dan mengeluarkan 73 peringatan tertulis atas keterlambatan pelaporan. Selain itu, OJK juga menjatuhkan denda senilai Rp17,45 miliar kepada 251 pelaku usaha di sektor ini. Langkah ini menjadi sinyal bahwa integritas dan kepatuhan di pasar keuangan terus menjadi prioritas utama pengawasan OJK. (*)