MAKASSAR, MEDIABARU.CO.ID — Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia, khususnya Subdirektorat Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Kesejahteraan (K3K) menghadirkan Seminar Bulan K3 Nasional, di Balroom Hotel Unhas & Convetion, Rabu (11/02).
Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, kegiatan ini menghadirkan praktisi, ahli, dan konsultan untuk membahas penguatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di era transformasi digital.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Jayadi Nas., S.Sos., M.Si., hadir membahas Kebijakan K3 di Era Digital. Ia menyoroti sejumlah tantangan dalam penerapan K3 berbasis teknologi.
Menurutnya, resistensi terhadap perubahan masih menjadi kendala, terutama pada budaya kerja yang konservatif dan anggapan bahwa perangkat digital merupakan bentuk pengawasan yang mengganggu.
“Overreliance pada teknologi dapat melemahkan budaya K3 karena terlalu mengandalkan otomatisasi atau sensor, sehingga mengabaikan intuisi keselamatan dasar dan observasi manual terhadap lingkungan kerja,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa K3 harus menjadi komitmen yang dibangun melalui pembiasaan. “K3 perlu menjadi komitmen yang lahir dari pembiasaan, karena kita bisa karena biasa. K3 tidak pernah tidur, karena selalu diperlukan,” tutur Jayadi.
Sementara itu, Konsultan K3, St. Nur Insani, ST., menekankan pentingnya kompetensi personel K3 sebagai investasi strategis bagi keselamatan dan produktivitas.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tercatat 47.300 kasus kecelakaan kerja hingga April 2025. Menurutnya hal ini menegaskan kebutuhan mendesak akan personel K3 yang kompeten, mengingat mayoritas kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor manusia (human error) dan kurangnya kompetensi di bidang K3.
“Kompetensi personel K3 adalah investasi strategis. Jangan kita anggap sebagai syarat administrasi saja, tetapi ini adalah kebutuhan yang perlu diprioritaskan,” tegasnya.
Pada sesi berikutnya, Dosen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, dr. M. Furqaan Naiem, M.Sc., Ph.D., memaparkan komitmen Unhas dalam mewujudkan Unhas Unggul Bersama Budaya K3. Ia menjelaskan bahwa penguatan budaya K3 perlu dalam pengembangan kebijakan yang komprehensif sebagai bentuk komitmen kuat institusi terhadap K3.
“Unhas perlu mendesain sistem melalui penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang terintegrasi dengan penyelenggaraan dan tata kelola universitas,” ungkap dr. Furqaan.
Tak kalah penting, pelibatan seluruh komunitas universitas menjadi bagian dari strategi pengembangan dan penerapan K3, sehingga seluruh pemangku kepentingan mengetahui, memahami, dan berkontribusi aktif dalam membangun budaya keselamatan.
Melalui seminar ini, Unhas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem K3 yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta kolaboratif dalam melibatkan seluruh elemen institusi demi terciptanya lingkungan kerja dan belajar yang aman dan produktif. (*)
Makassar, 12 Februari 2026
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat
Kantor Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin
_Ishaq Rahman_












